Kamis, 09 Februari 2012

Profil Mario Teguh

Nama Asli: Sis Maryono Teguh (Mario Teguh)
Tempat/ Tanggal Lahir: Makasar, 5 Maret 1956
Agama: Islam
Istri: Linna Teguh
Anak: Audrey

Pendidikan
* New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, AS, 1975
* Jurusan Linguistik & Pelajaran Bahasa Inggris, IKIP Malang (S-1)
* Jurusan Interaksi Bisnis, Sophia University, Tokyo, Jepang
* Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (Operations System, MBA)

Pengalaman Profesional

* Citibank Indonesia (1983 - 1986) as Head of Sales
* BSB Bank (1986 - 1989) as Manager Business Development
* Aspac Bank (1990 - 1994) as Vice President Marketing & Organization Development
* Exnal Corp Jakarta (1994 - present) as CEO, Senior Consultant


Biodata

Nama : Nurul Maulidia
Ttl : Bogor, 10 September 199
Agama : Islam
Pendidikan : Universitas Pakuan
Jurusan : PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)

Motivator

DUA MASA KELUHAN

Untuk Anda yang sudah mulai letih mendengar keluhannya sendiri, cobalah ikuti alur pikiran ini ...

Kehidupan kita ini dibagi dua, dan dua-duanya penuh keluhan.
...
Bagian yang pertama, saat kita masih muda, penuh dengan keluhan tentang kurangnya kemampuan, kurangnya uang, kurangnya kedamaian, kurangnya cinta, kurangnya keberanian, dan kurangnya penghargaan atas keberadaan kita.

Pada bagian yang kedua, jika kita berhasil mendewasakan diri secara mental dan dalam peran sosial, kita masih akan tetap mengeluh, tapi dengan keluhan yang anggun.

Nah, sekarang Anda pasti bertanya: "Apakah keluhan yang anggun itu?"

KELUHAN YANG ANGGUN adalah keluhan yang sebetulnya tidak boleh dilakukan, karena itu adalah sesungguhnya keluhan kepada Tuhan.

Seperti,

Tuhanku Yang Maha Adil dan Maha Penyayang,

Mengapakah Kau taruh seorang yang lemah dan tak amanah sebagai pemimpin bagi banyak orang; dan bukan orang yang jujur, tegas, dan menyayangi sesamanya?

Mengapakah Kau berikan banyak uang kepada orang yang memfoya-foyakannya untuk judi dan pemuasan nafsu, sedangkan banyak saudaraku kelaparan dan tak mampu membiayai pendidikan yang baik?

Mengapakah Kau berikan tubuh yang gagah dan sehat kepada para pemalas, dan Kau ijinkan penyakit melemahkan saudaraku yang jujur dan rajin?

Hmm … itu adalah keluhan orang yang sudah selesai mengurusi dirinya sendiri, yang sudah selesai mengatasi keluhan-keluhannya sendiri, dan yang menugaskan diri untuk menjadi pelayan bagi kebaikan sesamanya.

Untuk keluhan yang seperti ini, mudah-mudahan Tuhan tersenyum, dan mengirimkan kekuatan yang besar, untuk menjadikan keluhan itu sebagai tugas kehidupan jiwa baik yang mengeluh itu.

Maka janganlah lama-lama berada dalam masa keluhan yang pertama, yaitu keluhan karena kekurangan diri sendiri.

Masukilah masa yang penuh kesyukuran, yaitu masa yang penuh keluhan mengenai kerinduan untuk melebihkan kebaikan bagi sesama.

Semoga Tuhan segera mengeluarkan kita dari masa kekurangan, dan memasukkan kita ke masa yang melebihkan kebaikan bagi keluarga dan sesama.

Aamiin

Minggu, 05 Februari 2012

ketika kau datang

Remang, temaram, kelam...
Kau, datang mengajak tinggalkan suram.
Menjanjikan sedikit snyuman.
Terseok kuikuti caramu memanduku.
Seketika aku tersadar, aku mulai berjalan.
Lalu aku tau, kumenikmati waktuku bersamamu..

yang aku tunggu

lelah ku berjalan menelusuri hari
menunggu sesuatu ’tuk melupakanmu
wajah-wajah telah datang dan telah pergi
tetap ku sendiri dan merindukanmu

ku ingin mengerti
tunggu rasa itu bisa terhenti

yang aku tunggu masih kucari
yang aku tunggu ’tuk hilangkan rasa sepi
... ‘kan aku tunggu datangnya hari
‘ku kan menunggu saatnya jatuh cinta lagi

kulihat wajahmu di bayang embun pagi
ku dengar suaramu di hembusan bayu
mungkinkah kembali hati yang telah pergi
mekarkah kembali bunga yang telah layu

Minggu, 29 Januari 2012

Meratap

???

Bulan merona meninggalkan udara dingin.
Suhu semakin beku sebelum mentari anggun timbul p'lahan di timur bumi.
Berselimutku di bawah atap jerami usang.
Dingin menusuk tulang berlapis daging setipis kulit.
Aku meronta pekak dengan suara yang di paksa.
Tidak ada yg mendekatiku untuk sedikit iba.
Menoleh pun serasa enggan.
Tuhan, aku bukan sampah yang terbuang.
Hanyalah aku yang tak beruntung di atas tanahMU.
Hanyalah aku yang kalah oleh kuasa semu.
Ketidak adilan hidup membuat perutku menjerit.